Warga Korban Dampak Dari Limbah PT Nada Surya Tunggal ( NST )Geram

oleh -77 views

Beritapolisi.id | Semarang – Pengakuan Bapak Edi Usia 50 tahun,Warga setempat dan Beliau Selaku Ketua Rt 09 , Rw 05 ,Kelurahan Klepu,Kecamatan Pringapus, Menuturkan,

Selain dampak limbah yang merusak Lahan Pertaniannya,serta milik warga yang lainnya ‘seperti ; Tanaman Padi,Brambang,Cabe dan lain lain,

Juga mencemari Sumur sumur Warga ( Sumber Air Bersih ),yang tadinya tawar dan bisa di Manfaatkan atau di gunakan Warga,untuk mandi,nyuci,minum dan lain lain

Semenjak terkena dampak Limbah ( NST ),saat ini Sumur atau sumber mata air bersih tersebut, sudah tidak bisa di Manfaatkan atau digunakan lagi,

Dan air bersih untuk kebutuhan Warga Sehari harinya sampai saat ini ( Rabu 03 Juli 2019 ), khususnya yang dikonsumsi,
harus ambil jauh dari pemukiman warga,atau harus beli

Sampai saat ini, Pada Hari Rabu Wage 03 Juli 2019,Pukul 15.30 – Selesai ,Tim Beritapolisi.id Jateng & DIY, Turun Langsung Ke Lokasi ,beserta Divisi divisi Tim Investigasi lainnya ,
Menuju di Kediaman Bapak Edi usia 50 tahun ,Selaku Ketua Rt setempat dan Juga yang menjadi Salah satu dari Korban, Dampak Limbah PT.NADA SURYA TUNGGAL ( NST )Tersebut.

Selain memberikan keterangan berbagai hal,serta menunjukkan dan memberikan bukti bukti Dampak Limbah NST,Dengan
Salah satu Contoh, Kaki Bapak Edi yang masih terlihat Gatal,Perih dan pada Memar tersebut ,setelah terkena dampak limbah,
pada saat bertani atau bercocok tanam di sawah atau ladang miliknya yang terkena Dampak Limbah tersebut.

Pengakuan salah satu warga atau korban ( Sebut saja Barjo ),Karena tidak berkenan disebutkan Namanya,
Menuturkan ‘ kalau Dampak Limbah tersebut selain rasa air jadi Asin, menyengat dan lain lain,
Perairan warga,serta sumurnya tersebut’ dapat berubah ubah warna keruhnya,Baik jadi warna Coklat,Warna Hitam,Warna Merah dan lain lain,

Setelah di telusuri dan di pastikan warga,Terbukti kalau yang menjadikan Pencemaran Seperti tersebut,karena terkena dampak Limbah dari PT.NADA SURYA TUNGGAL ( NST ) atau Pabrik Handuk tersebut.

Sudah setahunan yang lalu terkait dampak limbah tersebut,di sampaikan Langsung Ke Pihak terkait dan warga meminta pengertian,Pertanggung Jawaban serta solusi yang baik,
supaya terkait limbah tersebut tidak lagi muncul dan meresahkan warga sekitar.

Tetapi Berbagai alasan Pihak Terkait ( NST ),selalu menyampaikan kewarga dan tidak ada Tanggapan baik atau Penyelesean, Pertanggung Jawaban dan Solusi Ke Warga,

Yang ada hanya Janji Janji yang katanya akan” Di sampaikan dulu ke pimpinan pusat yang berada di Jakarta “, dan pada kenyataannya tidak ada bukti,itikad Baik Sampai saat ini,( Hari Rabu 03 Juli 2019 ).

Edi Ketua Rt setempat, juga berharap harus ada penyelesaian,Pertanggung Jawaban atas semua kerugian kerugian yang dialami,serta warga yang lainnya,karena dampak Limbah Tersebut

Serta harus mencarikan solusi dengan Pihak terkait tersebut,supaya tidak ada lagi dampak,atau korban korban lagi dari Aktifitas PT.NADA SURYA TUNGGAL ( NST )atau Pabrik Handuk tersebut.

Menurut undang undang nomor 32, Tahun 2009 ,tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Pasal 103 penghasil limbah B3 ( Bahan Baku Beracun),yang tidak di kelola di kenakan sangsi pidana satu tahun penjara dengan denda Rp 1 millar,
Dan pasal 104 tidak ada ijin mengolah dengan maksimal sangsi hukuman tiga tahun penjara dengan denda Rp 3 millar.(Tim Beritapolisi.id Jateng & DIY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *