Tulis Berita dengan Benar dan Fakta Tidak Menyimpang dari 5W + 1H.

oleh -72 views

Beritapolisi.id | Tulis Berita dengan Benar dan Fakta Tidak Menyimpang dari 5W + 1H.

Jurnalis Berkembang Sesuai Majunya Jaman:

Jurnalis/ Pers yang dipayungi oleh Hukum Undang-Undang Pers No. 40 dan kode etik, Didalam setiap mengolah data informasi temuan dan lain-lainnya untuk disiarkan ke publik, Dia disebut bagian dari insan pers

Didalam setiap kegiatan, Jurnalistik bebas berkreasi mengabarkan Informasi hanya dengan copas, share dsbnya, namun pertanggnjawabannya dlm setiap postingan undang-undang ITE tidak ada payung hukum uu pers dan kode etik tetapi dia mengacu undang-undang keterbukaan informasi publik atau KIP.

Insan pers jika terjadi masalah dalam penaskahan dan terjadi somasi dari narasumber berita dilarikan ke Dewan Pers sbg induk organisasi atau perusahaan Pers

Jurnalis netizen yg tdk dibekali KTA, surat tugas Disebabkan atau ada Keredaksiaannya Pertanggunjawaban berita ada pada masing-masing pemostingnya.

Soal sumber berita dari mana asalnya, jika dalam penaskhan ada 5W+H atau copas dari web mana didapat silahkn cantumkan. Namun untuk jurnalis pers pekeja profesinya wartawan yang terposting di web media pers cukup cantumkan nama penulis jika itu produk sendiri, namun jika copas cantumkan dari web asal itu sudah cukup.

Rumus macam apa itu? Ciri khasnya:

W1 = Apa
W2 = Siapa
W3 = Saat
W4 = Dimana
W5 = Mengapa
H = Bagaimana

APA apa yang akan kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan. Hal apa yang ingin kita tuangkan dalam tulisan. Apa ini bisa apa saja. Bisa soal “Lumpur Lapindo yang tidak selesai-selesai”, “Situs porno diharamkan dan akan diblokir Pemerintah”, “Bagaimana bisa menjadi kaya, sukses sekaligus mulia?” Atau topik yang sedang panas di dunia gosip: “apakah anak kandung mayangsari juga anak kandung Bambang Tri? “.

Apa yang kita tentukan ini akan menjadi dasar untuk 4W lainnya. Mari kita ambil topik mengenai Mayangsari saja. Mumpung masih hangat.

WHO adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di dalam kasus ini, yang-nya minimal bisa tiga tokoh atau lebih: Contoh!

Kasus 3 Oknum Wartawan di Majalengka di Tangkap Karena Pemerasan.

3 Oknum Wartawan mereka sudah tertulis di berbagai media.

Meski sudah banyak yang tahu, Namun masih banyak sisi lain yang menarik untuk dieksplorasi, Termasuk Dugaan Kades selaku Penyuap.

Dan kita telusuri Sebenarnya ada kasus apa Kades Hingga menyuap atau di mintaki uang wartawan Majalengka, Nah ini menarik harus kita telusuri.

Siapa yang harus menjadi bagian yang berhubungan dengan What, Kalau kita ketemu Siapa yang tidak dikenal target pembaca kita, maka kita harus mengupasnya dengan baik agar jelas keterkaitannya dengan apa?
Tulis Kapan Konfirmasinya, Hari apa – Tanggal berapa, Bulan berapa, Tahun dan Jam berapa? dilengkapi dengan rekaman suara atau Video, supaya Jelas.

KETIKA waktu ada kejadian APA. Ini yang sering diabaikan oleh banyak penulis pemula, Kapan kejadiannya akan memberi tambahan informasi dan imajinasi pembacanya.

Dimana, adalah tempat kejadian apa, meskipun sepele, tempat kejadian ini punya makna.

Mengapa kok bisa menjadi seperti itu, Ini yang paling menarik karena bisa dikupas Wartawan dari berbagai sudut.

HOW adalah bagaimana prosesnya, lika-likunya, dan sejenisnya, Harus di telusuri di tulis lengkap.

Dengan Menggunakan 5W + 1H, tulisan kita dari segi kelengkapan informasi – apa lagi: kelengkapan informasi – tidak akan mengecewakan pembaca kita, Kalau ada yang kecewa itu biasanya karena oleh kekurangtepatan kita mengungkap WHY dan HOW-nya di mata pembaca.

Rumus ini sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan kekuranglengkapan informasi.

Cukupkah berbekal rumus baku di atas? Tidak Bagi mereka yang ingin menulis dan mendapat respon pembacanya, ada satu hal lagi yang tidak kalah dari rumus 5W + 1H. Yakni “Daya Tarik Tulisan”.

Penulis: Supriyanto als Priya (Pimpinan Redaksi) Telp Wa: 082243319999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *