Patroli

Salah Satu Manfaat Penggunaan Konsep Pewarisan Adalah Kita Dapat Membuat Superkelas Yang Hanya Mendefinisikan Behaviour Namun Tidak Memberi Implementasi Dari Metode-Metode Yang Ada. Hal Ini Berguna Jika Kita Ingin Membuat Semacam Template Kelas. Kelas Sem 

Konsep Pewarisan

Konsep pewarisan merupakan salah satu konsep penting dalam pemrograman berorientasi objek. Konsep ini memungkinkan kita untuk membuat kelas baru dengan mewarisi sifat dan perilaku dari kelas yang sudah ada sebelumnya. Dengan menggunakan konsep pewarisan, kita dapat menghindari duplikasi kode dan mempermudah pengelolaan dan perawatan kode yang kompleks.

Definisi Behaviour

Sebelum membahas manfaat penggunaan konsep pewarisan, mari kita perjelas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan definisi behaviour. Definisi behaviour adalah cara atau perilaku suatu objek dalam program berinteraksi dengan objek lainnya. Dalam konteks pemrograman berorientasi objek, behaviour ini didefinisikan melalui metode-metode yang ada dalam sebuah kelas.

Sebagai contoh, jika kita memiliki kelas “Kucing” dengan metode “makan” yang menghasilkan output “Kucing sedang makan”, maka behaviour dari objek kucing adalah makan. Objek kucing tersebut akan memiliki perilaku yang sama dengan kucing pada umumnya, yaitu makan ketika lapar.

Manfaat Konsep Pewarisan

Penggunaan konsep pewarisan memiliki banyak manfaat, terutama dalam pengembangan perangkat lunak dengan skala yang besar dan kompleks. Berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaan konsep pewarisan:

Penghindaran Duplikasi Kode

Dengan menggunakan konsep pewarisan, kita dapat menghindari duplikasi kode yang tidak efisien. Ketika kita memiliki kelas induk yang memiliki metode-metode umum, kita dapat membuat kelas anak yang mewarisi kelas induk tersebut. Dengan demikian, kita hanya perlu menuliskan kode metode-metode spesifik pada kelas anak tanpa perlu mengulang kode yang sudah ada pada kelas induk.

Contohnya, jika kita memiliki kelas “Hewan” dengan metode “makan” dan “berjalan”, dan kita ingin membuat kelas “Kucing” yang memiliki perilaku makan dan berjalan yang sama dengan hewan pada umumnya, kita dapat mewarisi kelas “Hewan” pada kelas “Kucing”. Dengan demikian, kita tidak perlu menuliskan ulang kode untuk metode makan dan berjalan di kelas “Kucing”.

Pengelolaan dan Perawatan Kode yang Lebih Mudah

Penggunaan konsep pewarisan juga mempermudah pengelolaan dan perawatan kode yang kompleks. Dengan menerapkan konsep pewarisan, kita dapat mengelompokkan kelas-kelas dengan fitur dan perilaku yang sama ke dalam satu hierarki kelas.

Hal ini memungkinkan kita untuk mengatur kode secara terstruktur dan memahami bagaimana kode bekerja dengan lebih baik. Jika ada perubahan atau perbaikan yang perlu dilakukan, kita hanya perlu melakukan modifikasi pada kelas induk tanpa perlu mengubah setiap kelas anak yang mewarisi dari kelas induk tersebut.

Memudahkan Pemahaman dan Penggunaan Kode

Penerapan konsep pewarisan juga memudahkan pemahaman dan penggunaan kode. Ketika kita memiliki hierarki kelas yang terorganisir dengan baik, kita dapat dengan mudah memahami struktur dan hubungan antar kelas. Hal ini memudahkan kita dalam memahami dan menggunakan kode yang sudah ada.

Sebagai contoh, jika kita ingin menggunakan kelas “Kucing” yang mewarisi kelas “Hewan”, kita dapat dengan cepat dan mudah memahami bagaimana kelas “Kucing” bekerja hanya dengan melihat kepada kelas “Hewan”. Kita tidak perlu menggali setiap detil implementasi dari kelas “Kucing” karena sudah terdapat definisi dan perilaku dasar pada kelas “Hewan”.

Pemisahan Antara Definisi Behaviour dengan Implementasi

Salah satu manfaat penting dari penggunaan konsep pewarisan adalah pemisahan antara definisi behaviour dengan implementasi. Dengan menggunakan konsep pewarisan, kita dapat mendefinisikan behaviour dalam kelas induk tanpa perlu memberikan implementasi yang spesifik.

Hal ini memungkinkan kita untuk membuat kelas-kelas “super” yang hanya mendefinisikan behaviour tetapi tidak memberikan implementasi. Implementasi dari behaviour tersebut akan diberikan oleh kelas-kelas anak yang mewarisi dari kelas induk tersebut.

Manfaat ini sangat berguna ketika kita ingin membuat kerangka kerja atau framework yang ingin digunakan oleh banyak pengembang. Dengan mendefinisikan behaviour dalam kelas-kelas “super”, kita dapat memungkinkan penggunaan kerangka kerja tersebut tanpa harus memaksa pengguna untuk mengimplementasikan setiap detil dari behaviour tersebut.

Show More

Rindu Hestya

Saya adalah penulis handal yang berasal dari jakarta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button