oleh

Polres Tulungagung Kupas Efektivitas Jam Malam, Kalangan Muda Dominasi Pelanggaran

-Jawa Timur-107 views

Tulungagung – Kasubbag Humas Polres Tulungagung Iptu Trisakti Saiful Hidayat mengungkapkan jika kaum pemuda mendominasi pelanggar protokol kesehatan.

Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri talk show di salah satu radio swasta dengan tema ‘Jam Malam Diperketat, Solusi atau Ilusi’ Senin (4/1/2021).

“Dibanding orang tua, kalangan pemuda lebih berpotensi melanggar aturan jam malam,” katanya.

Trisakti melanjutkan, pelanggar yang didominasi kaum muda ini terlihat dari banyaknya jumlah pemuda yang terjaring sat operasi yustisi.

Menurutnya hal ini patut disayangkan. Mengingat, pemuda dinilai adalah orang yang berpendidikan dan lebih mengetahui tentang efektifitas penerapan prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Untuk itu, kita harus tetap mensosialisasikan prokes ini. Termasuk sesering mungkin menggelar operasi yustisi,” imbuhnya.

Masih menurut Trisakti, dengan diberlakukannya jam malam tentu saja cukup efektif untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Pasalnya, dengan jam malam tentu mengurangi kontak fisik seseorang atau physical distancing.

Baca Juga: Di Tulungagung Pelanggar Prokes Covid 19 Terus di Buru Petugas

Sementara itu, perwakilan dari PHRI Tulungagung Nur Wakidun mengungkapkan, adanya aturan jam malam ini dirumuskan tanpa mengajak komunikasi teman-teman PHRI. Kalau dibilang rugi tidak, namun pendapatan dari para pengusaha menurun dengan adanya aturan jam malam yang makin ketat. Saat ini pengusaha resto hanya buka antara 5-6 jam saja. Namun apapun itu, PHRI tetap patuh pada aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Demikian halnya dengan yang diungkapkan Komunitas Foodtruck Tulungagung Yahya Setiawan, menurutnya saat ini teman-teman foodtruck off semuanya karena kebanyakan aktivitas dari mereka pada malam hari. Adanya aturan jam malam sangat mendadak sehingga mengagetkan teman-teman foodtruck.

Kemudian selama ini sektor bisnis kuliner menjadi korban dari aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah. Padahal bisa jadi permasalahan Covid-19 bukan berasal dari mereka.

Berbeda halnya dengan yang diungkapkan anggota Satgas Penanganan Covid-19 Tulungagung Trenggono Dibjoharso. Menurutnya, aturan jam malam merupakan ejawantah dari instruksi yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Timur, dan sudah disepakati bersama Forkopimda dan Forkopimcam Tulungagung.

Sempat ada usulan jam malam dimulai jam 21.00, namun dikhawatirkan ada kecemburuan dari daerah tetangga yang sudah menerapkan jam malam mulai jam 20.00.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed