oleh

Polres Metro Bekasi Bekuk Pelaku Pengeroyokan di Kali Malang

KABUPATEN BEKASI – Polsek Cikarang Selatan bersama Polres Metro Bekasi berhasil Bekuk pelaku pengeroyokan di Kali Malang yang mengakibatkan korban tewas dan luka-luka , Minggu (7/7/2020) dini hari.

Peristiwa pengeroyokan terjadi di Jl Raya Kalimalang Kp.Pasirkonci Poncol RT 005 RW 002 Desa Pasirsari Kec. Cikarang Selatan, Kab.Bekasi Jawa Barat.

Korban berinisial K (39), asal Dusun I Desa Harapan Jaya Kec.Tanah Abang yang mengalami luka memar, sedangkan R (29) meninggal dunia saat dirawat di RS.Sentra Medika Cikarang, korban berasal dari Taman Kebayoran Jl.Wijaya II Blok Q No.51 Desa Setiamekar Kec.Tambun Selatan Kab.Bekasi Jawa Barat.

13 tersangka yang di antaranya berinisial HRK (29), IS (29), L (47), FI (22), H (25), dan R (23), keenam tersangka tersebut berhasil diamankan Polres Metro Bekasi, sementara 7 orang lainya saat ini masih DPO. Yang diantaranya berinisial (C), (D), (O), (R), (P), (R), (G), (C).

Selain 6 pelaku Polres Metro Bekasi mengamankan barang bukti berupa 1unit golok warna itam, 1 unit kunci ring ukuran 36, 1 besi dengan panjang 1,5 meter, 1 jaket sweater warna biru dengan lubang bekas bacokan, 1 kaos warna putih dengan lubang bekas bacokan dan 4 batang bambu.

Peristiwa Pengeroyokan berawal dari kedatangan korban berinisial D dan R datang ke warung remang-remang yang berada di Kalimalang, dimana R berkencan dengan seorang PSK berinisial F Alias N, lalu R membayar F Alias N sebesar 100.000, sedangkan perjanjiannya sebesar 200.000.

“Korban cekcok dengan tersangka P dan R yang saat ini masih DPO, dan selanjutnya terjadilah pengeroyokan korban D oleh tersangka HRK, IS, dan R sedangkan korban R oleh tersangka P dan R,”terangnya Kombes Pol Hendra Gunawan

Kejadian pengeroyokan kedua Tersangka bersama dengan 10 orang teman lainnya diantaranya dengan melakukan penyerang kelompok korban yang saat itu datang ke TKP dengan maksud untuk mencari orang yang telah mengeroyok korban berinisial R dan D.

Lanjutnya, setelah dilerai, kedua korban pulang dan kembali ke warung tersebut dengan membawa teman-temannya dengan maksud mencari pelaku pengeroyokan terhadap korban, diwaktu yang sama, para tersangka telah menyiapkan senjata tajam guna menyerang kelompok korban yang datang ke lokasi, hingga terjadi tawuran antara kedua kelompok.

“Akibatnya korban R meninggal dunia akibat tiga luka bacok, sedangkan korban D mengalami luka-luka dalam peristiwa tawuran tersebut,” pungkas Kapolres.

Menurutnya, Atas perbuatan yang dilakukan itu, pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP Pidana Sub 351 KUHP tentang kekerasan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Sumber: Jejak Kasus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed