PEMBANGUNAN RABAT BETON DAN PENGERASAN JALAN DESA SUNGAI BADAR DI DUGA ASAL-ASALAN.

oleh -29 views

Beritapolisi.id | Provinsi Jambi, Tanjab Barat – Proyek pembangunan Rabat Beton dan Pembukaan pengerasan jalan dikelola dengan dana desa ,Desa sungai Badar kecamatan Batang Asm melinceng dari rap. Pemerintah pusat telah megangarkan dana untuk mensejahtrakan masyarakat se indonesia melalui dana Desa guna untuk membanggun desa masing2 namun dalam fakta dilpangan tidak sesuai dgn harapan, pelaksanaan nya di desa sungai badar di duga melenceng dari rab nya.

Dana desa sungai Badar kecamatan Batang Asam Kabupaten tanjab barat TA2017 banggun Rabat beton Dana Rp 466.466.800 dengan Volume 560x3x0.20 Meter diduga kurang semen dan pengerasan jalan Dana Rp,195.037.120 dengan Volume 957x4Meter,dan 957x3meter ,diduga tampa di bomax,,Menurut keteranggan masyarakat sungai badar mengatakan jalan rabat beton itu kurang semen,asal jadi bae buatnya dan pengerasan jalan kata masyarakat kemedia ini tampa di bomax,batunya berserakan seperti panu, Masyarakat sungai badar berharap pada pihak pemerintah daerah kabupaten Tanjab Barat yg terkait dalam pengawasan dana desa dan BPDnya agar ditinjau ulang pembangunan tersebut di Desa sungai Badar, karena selama ini pembangunan tahun TA 2016- asal jadi dan masyarakat tidak mau terjadi seperti itu lagi membangun desa asal-asalan ,”ujarnya.

Selanjutnya Ketua TPK suhardi Alias Kancil,menjelaskan kepada awak media dikediaman selasa,(28/11/17), yang lalu ,membenarkan bahwa pekerjaan Rabat beton kurang semen dan pengerasan jalan belum di bomax,saya jadi TPK ditunjuk langsung Kades,tahu-tahu Sk saya ada yang Antar dan di suruh kerja,saya di Desa sebagai staf bukan perangkat Desa,pembangunan tersebut ada temuan Inspekorat,maka kami mengambalikan Dana Lebih kurang 14juta Rupiah,”jelas kancil.

Thamrin Kades Sungai Badar
Belum bisa dikompirmasi,meski telah dicoba berulang kali mendatangi Kantor Desa (selasa,28/11/17) yang lalu,namun belum bisa berjumpa,salah satu Sttaf Desa mengatakan beliau lagi sedang diluar,”tadi pagi ada. Mungkin keluar,”Katanya

LSM GERAK (Gerakan rakyat Anti Kuropsi)Hasibuan,berharap,Kepada Bupati Tanjab Barat,Dinas PMD serta Instansi Hukum agar dapat menindak lanjuti persoalan ini,”saya meyakini Pekerjaannya terindikasi Merugikan Negara,”Terangnya.aan Yag dilakukan tak memiliki Asas mampaat. Dengan membangun Jalan Rabat Beton, dan pengerasan jalan dimana tak ada Pemukiman dan Pekerjaannyapun Asal-asalan,Dimana Kualitas serta Kuantitas terabaikan,”Baru Beberapa bulan dikerjakan sudah mulai rusak,lantaran adanya Pengurangan semen,”Tuturnya.

menambahkan LSM GERAK ,mensinyalir.adanya itikad jahat dari Kades Lantaran sebuah Lembaga BPD tidak terlibat dalam Pembahasan perdes APBDes,Program Swakelola berbasis Masyarakat beralih menjadi Swakelola Kepala Desa sehiingga Pro akktif dan Partisipasi masyarakat di abaikan,”Pemerintah mengucurkan Program ADD dan DD dengan Harapan mampu Membangkitkan perekonomian,Menurunkan angka Kemiskinan,Mengatasi persoalan penganguran,dan nantinya Desa Mampu membangun Indonesia.

Ketua BPD Desa sungai badar Amir saat dikomfirmasi di kediamannya selasa,(28/11/17 yang lalu menjelaskan Kepada LSM Gerak, pekerjaan sudah Rampung dikerjakan,diakuiya memang ada Temuan Tim insfektorat pada pekerjaan Jalan Rabat Beton,akan tetapi sudah diperbaiki dan megembalikan Uang untuk disilfakan ,”semua waktu dekat akan melaporkan Perihal ini ke intansi yang terkait,serta Beberapa Dokumentasi Pekerjaan dikerjakan asal-asalan,”BPD Mengakui Pekerjaan Jalan Rabat Beton dan Pengerasan Jalan diduga ada Pembengkakan Belanja pada Material,dan Mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerinntah Desa Sungai Badar,Dimana selaku perwujudan Demokkrasi. Ditingkat Desa ,seharusnya dijadikan Mitra Dalam bekerja akan tetapi tidak dilibatkan mula dari Pembahasan APBDes,Musyawarah Desa,Rencana Kegiatan Pembagunan Desa,semua dikoordir Kades dan Kroniya,”selaku BPD,kami merasa Heran tidak dillibatkan sama sekali,”Cetusnya,

Di akuinya APBDes 2017,sudah saya tanda tangan,Pengelolaan Kegiatan,dan Pelaporan Hasil Kerja tidak melibatkan Masyarakat beserta Unsur BPD,Tak adanya Info Grafik Transparansi,merupakan Suatu kewajiban apabila merujuk pada Aturan kemendagri No 113 Tentang Sistem Keuangan Desa serta Himbauan KPK agar Memasang Spanduk Pengelelola keungan desa agar dapat ,masyarakat Desa sungai badar kecamatan Batang Asam,Kabupaten Tanjab Barat melihat grafiknya.

disinyalir sarat akan kepentingan serta di Duga Adanya Indikasi Korupsi secara berjamaah sedang Terjadi,”Diduga Pengelolaan Dana DD dan ADD Desa Sungai Badar,Kecamatan Batang Asam sarat akan Korupsi,”Ungkap Ketua BPD.(kms.mirwan/hasibuan).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *