Patroli

Merangkum Literatur Yang Tersedia Dan Mengutip Studi Atau Penelitian Terdahulu Merupakan Bagian Dari

Bagian dari

Mengutip studi atau penelitian terdahulu merupakan bagian penting dalam merangkum literatur yang tersedia. Dalam dunia akademik, penelitian ilmiah sering kali membangun pengetahuan baru berdasarkan temuan dan hasil penelitian sebelumnya. Dengan mengutip studi atau penelitian terdahulu, para peneliti dapat menyajikan argumen mereka dengan lebih kuat, mengakui kontribusi para peneliti sebelumnya, dan memperluas pemahaman tentang topik yang sedang diteliti.

Penelitian terdahulu

Sebelum melakukan sebuah penelitian, para peneliti seringkali melakukan tinjauan pustaka terlebih dahulu untuk mengidentifikasi penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang akan diteliti. Tinjauan pustaka ini membantu para peneliti memahami perkembangan terbaru dalam bidang yang sedang mereka teliti dan menjaga konsistensi dalam kerangka teoritis.

Dengan mengutip penelitian terdahulu, peneliti dapat menunjukkan bahwa studi mereka bergantung pada penelitian-penelitian sebelumnya dan memiliki landasan yang kuat. Ini juga memungkinkan para peneliti untuk memperbaiki atau memperluas penelitian sebelumnya. Selain itu, mengutip studi atau penelitian terdahulu juga memberikan penghargaan kepada para peneliti yang telah berkontribusi dalam memajukan pengetahuan di bidang yang sedang diteliti.

Metode kutipan literatur

Ada beberapa metode yang umum digunakan dalam mengutip studi atau penelitian terdahulu dalam tulisan akademik. Salah satu metode yang sering digunakan adalah sistem kutipan dalam teks (in-text citation) menggunakan gaya penulisan APA (American Psychological Association) atau MLA (Modern Language Association). Dalam sistem kutipan dalam teks, penulis menambahkan nama penulis dan tahun publikasi studi terdahulu yang dikutip dalam teks tulisan mereka.

Contoh sistem kutipan dalam teks menggunakan gaya APA:

“Menurut penelitian terdahulu oleh Johnson (2010), penyebab utama perubahan iklim adalah emisi gas rumah kaca.”

Selain itu, ada juga metode kutipan yang menggunakan catatan kaki atau daftar pustaka. Catatan kaki biasanya digunakan untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang studi yang dikutip, seperti nomor halaman atau detail khusus lainnya. Daftar pustaka, di sisi lain, berisi daftar lengkap studi atau penelitian terdahulu yang dikutip dalam tulisan akademik.

Penting untuk mencatat bahwa dalam mengutip studi atau penelitian terdahulu, penulis juga harus mencantumkan sumber yang dikutip dengan akurat dan konsisten. Hal ini penting untuk mencegah plagiarisme dan memberikan pengakuan yang pantas kepada peneliti asli.

Dalam kesimpulan, merangkum literatur yang tersedia dan mengutip studi atau penelitian terdahulu merupakan bagian penting dalam penulisan akademik. Dengan melakukan tinjauan pustaka yang cermat dan mengutip sumber-sumber yang relevan, para peneliti dapat memastikan keakuratan, kredibilitas, dan konsistensi dalam tulisan mereka. Mengutip studi atau penelitian terdahulu juga merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada peneliti yang telah memberikan kontribusi dalam bidang yang sedang diteliti. Semoga informasi ini membantu dalam menulis tulisan akademik Anda!

Show More

Mohamad Ismail

Mohamad Ismail, lulusan dari Universitas Indonesia tahun 2014 di jurusan Ilmu Politik, telah mengembangkan karirnya sebagai penulis konten yang fokus pada analisis politik dan sosial. Dengan keahlian dalam memahami dinamika politik dan masyarakat, Ismail menggabungkan pengetahuan akademis dan keterampilan analitisnya untuk menghasilkan artikel yang tidak hanya informatif tetapi juga provokatif dan relevan. Bergabung dengan BeritaPolisi.id, ia berkomitmen untuk menyajikan wawasan yang tajam dan berita terkini tentang perkembangan politik, sosial, dan isu-isu penting yang mempengaruhi masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button