Limbah (B3) Untuk Urug Di Desa Cendoro, Dawarblandong ” Perangkat ” Harus Berusan dengan Polisi.

oleh -83 views

Jejakkasustv.com | Seputar Mojokerto – Jawa Timur -, Setelah di angkat oleh beberapa media dan Jejakkasustv.com Limbah B3 untuk urug jalan pertanian dan beberapa titik, di datangkan alat berat Bego, tujuannya akan di singkirkan oleh Kades Supardi, Namun kedahuluan Polisi bersama Media.

Kanit Pidek Polresta Mojokerto Sunardar SH di Lokasi Dusun Pelem, Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, mengatakan: Perkara ini dibawah ke Polres, tandanya kepada Jejakkasustv.com Jumat 13 september 2019, pukul 20.00 Wib.

Usai Polisi Mem Polis line Lokasi dan alat berat bego, Polisi mengambil Sempel untuk di bawah ke Kantor Polres Mojokerto Kota.

Sebelumnya Kades “Supardi” telah di konfirmasi Jejakkasustv.com dan mengatakan Jalan Desa Cendoro Dawar Blandong, yang di Urug Limbah Bahan Baku Beracun (B3), Proyek ini tahun 2016 dan tidak ada anggaran untuk pengurukan, namun Kades berupaya untuk jalan dapat di lewati, dan ketika ada orang menawarkan urug, dianfaatkan oleh Kades melalui bapak Carik.

Kata kades supardi, Carik tidak tau kalau itu limbah bahan baku beracu (B3). oleh Sekdes di buat urug dan hanya 5 Rit, disinggung Transporter milik Restu ibi apa, jawabnya tidak tau kepada Jejakkasustv.com

Sekdes Siswito dan Kasun Pelem Suja i belum ada jawaban yang pasti, Dalam Kamera Video Jejakkasustv.com nampak juga jalan raya di depan masjid bekas urug Limbah B3 jenis Slag besi sebelum di Cor.

Adapun Komentar – Komentar Nara sumber di lapagan terkait pembagunan Akses Jalan Pertanian sarana Ekonomi masyarakat, Sepanjang 500 Meter dengan lebar 3 meter di Dusun Pelem, Desa Cendoro, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur sebagai berikut:

Menurut keterangan bapak Priyanto (60 thn) warga Dusun Pelem, Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong pada saat di minta keterangannya, oleh Jejakkasustv.com, mererangkan: Jalan ini jalan pertanian mas, kenapa kok di urug dengan Limbah berbahaya? ini sangat membahayakan warga, Jelasnya. Kamis 12 februari 2019.

Secara terpisah Ay warga sekitar juga mererangkan, pengurukan ini sudah lama mas, Warga mengeluh mas, Dan yang mendatangkan Limbah bahan baku beracun ini adalah sekdes atas perintah kepala Desa saat itu yakni Kepala Desa (Kades) dengan menggunakan mobil transporter limbah bertuliskan Restu Ibu Abadi,” Jelas Ay.

Dari hasil konfirmasi Warga setempat juga menerangkan, Pembangunan jalan pertanian sepanjang 500 meter ini adalah anggaran Dana Desa tahun 2016 namun kenapa urugnya menggunakan Limbah bahan baku beracun (B3), lantas anggaran Dana Desa di Kemanakan?

Disisi lain Supriyanto Als Pria Sakti Ketua Umum Non Goverment Organisation (NGO) Pendampingan Masyarakat Bersih Damai Dan Sejahtera (PMBDS). Menjelaskan:

Terkait Pelaku yang membuang Limbah B3 sembarangan, Pelaku dapat di jerat dengan

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Adapun “Sanksi tentu pidana, Pasal 103, penghasil limbah B3 yang tidak mengelola, kemudian (Pasal) 104-nya tidak ada izin mengolah, itu ancamannya satu tahun (penjara) dan (denda) Rp 1 miliar, maksimal 3 tahun dan denda Rp 3 miliar.

Hingga berita perdana di angkat, sebagai bahan konfirmasi tindaklanjut Klarifikasi ke Aparat Desa terkait dan Lingkungan Hidup. Bersambung EDISI III. (Pria Sakti).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *